Senin, 29 Desember 2014

Analisis Fenomena Teori Marvin Zuckerman



KASUS


Ario Bayu Suka Olahraga Ekstrem

Sabtu, 17 September 2011 - 12:07 wib |
Mega Laraswati - Okezone

  

JAKARTA - Ario Bayu tidak pernah takut menjajal olahraga yang mengundang maut. Aktor Catatan Harian Si Boy itu saat ini menggandrungi olahraga surfing dan diving.

"Diving sama surfing baru-baru ini. Paling baru di Cimaja, Pelabuhan Ratu. Guru gue baru 16 tahun. Gue memang suka olahraga yang penuh adrenalin," papar Ario ditemui di acara Walls Buavita, Senayan City, Jakarta Selatan, Jumat (16/9/2011).

Ario bercerita, saat usianya 15 tahun, dia sering luka karena melakukan olahraga ekstrim, yakni mountain bike. Walau begitu, hal tersebut tak membuatnya kapok. Dia malah terus mencoba hal-hal baru.

"Banyak nih luka-luka. Ada beberapa yang patah tulang. Tapi gue suka, jadi enggak mau berhenti juga. Cuma gue orangnya bosenan. Enggak satu olahraga ekstrim gue tekuni," paparnya.

Namun saat ditanyai apakah sifat jenuh tersebut juga berlaku untuk pasangan, dia mengelak cepat. "Oh enggak beralih lah," u
capnya tertawa.

(efi)

Teori Marvin Zuckerman

Zuckerman menyatakan teori sensation seeking. Menurut Zuckerman, sensation seeking adalah keinginan yang bermacam-macam atau bervariasi, baru, intens, dan pengalaman dalam mengambil resiko secara fisik, sosial, legal, dan finansial.


Zuckerman juga mengidentifikasikan sensation seeking dalam empat komponen, yaitu:
  •  Thrill and adventure seeking
  • Experience seeking
  • Disinhibition
  • Boredom susceptibility

Selain komponen-komponen dalam sensation seeking, ada pula karakteristik-karakteristik pada sensation seeking. Beberapa karakteristik dari sensation seeking yaitu:
  • Behavioral Differences. Orang-orang yang memiliki skor sensation seeking yang tinggi pada umumnya menikmati olahraga yang ekstrim, seperti menyelam, memanjat gunung, dan terjun bebas. Hal ini berbanding terbalik dengan orang yang memiliki skor sensation seeking yang rendah walaupun perbedaannya tidak terlalu drastis.
  • ·    Personality Differences. Zuckerman dan rekannya melihat skor pada SSS, terutama pada komponen disinhibition, berhubungan pada faktor ekstraversi. 
  • Occupational Differences. Karena orang yang mempunyai sensation seeking yang tinggi membutuhkan berbagai stimulus yang bervariasi, mereka memilih pekerjaan yang berbeda-beda dibandingkan dengan orang yang sensation seeking rendah.  

Analisis Kasus 

Dari kasus di atas, Ario Bayu memiliki tingkat sensation seeking yang cukup tinggi, terlihat dari kegemarannya dengan olahraga ekstrim. Bahkan saat Ario Bayu berumur 15 tahun, dia sudah menikmati mountain biking. Walaupun sering jatuh dan terluka, dia tidak menyerah dan bahkan mencoba hal-hal baru.

Jika kita analisis dari komponen-komponen sensation seeking, yaitu: 
  1. Thrill and sensation seeking. Ario Bayu memang gemar dengan olahraga-olahraga ekstrim dan menantang. Setelah saat remaja dia menyukai mountain biking, sekarang dia sedang gemar-gemarnya surfing dan diving.
  2. Experience seeking. Ario Bayu juga senang dengan pengalaman-pengalaman baru yang dia dapatkan melalui olahraga ekstrim. Dia bahkan menekuni banyak olahraga ekstrim.
  3. Disinhibition. Kebutuhan mencari aktivitas sosial yang baru ditunjukkan  pada banyaknya olahraga ekstrim yang dia tekuni sampai sekarang.
  4. Boredom of susceptibility. Ario Bayu menunjukkan secara langsung bahwa dia orang yang cepat bosan dan tidak bisa menekuni satu olahraga saja. Hal ini ditunjukkan dengan perkataannya bahwa dia orang yang cepat bosan. Namun, jika Ario bayu sudah menyukai sesuatu, dia tidak akan berhenti begitu saja.
Jika kita lihat dari karakteristik-karakteristik sensation seeking, yaitu:
  • Behavior Differences. Laki-laki lebih tinggi sensation seekingnya dibandingkan dengan perempuan (Schultz). Hal ini bisa lihat dengan berbagai macam olahraga yang telah ditekuni oleh Ario.
  • Personality Differences. Ada kemungkinan Ario Bayu merupakan ekstrovert. Dari kesenangannya terhadap olahraga ekstrim dan gaya bertemannya yang pasti dari bermacam-macam latar belakang. Bahkan gurunya surfingnya adalah anak berumur 16 tahun, sedangkan dia mungkin sudah kisaran 25 tahun keatas.
  • Occupational Differences. Tingginya sensation seeking Ario Bayu bisa berdampak dengan pekerjaannya. Ario Bayu tidak akan efektif bekerja jika pekerjaan itu monoton. Ario Bayu yang tinggi sensation seekingnya memiliki keinginan untuk terus melakukan aktivitas-aktivitas yang lain. Selain itu, Ario Bayu merupakan orang yang cepat bosan. Pekerjaannya yang sekarang sudah cukup cocok dengan dirinya. Sebagai seorang aktor, dia bisa mencoba berbagai macam jenis peran yang berbeda-beda di setiap filmnya dan pasti memberikan tantangan yang berbeda pula.  
 

Jumat, 20 Juni 2014

Berbagai Materi dalam Psikologi Pendidikan

Berbagai Materi dalam Psikologi Pendidikan

Dalam psikologi pendidikan banyak materi yang bisa kita dapatkan. mulai dari intelegensi, motivasi, pengelolaan kelas, teori-teori yang dipakai, tes dan evaluasi, psikologi anak berkebutuhan khusus, pedagogi dan andragogi, proses kognitif yang kompleks, dan masih banyak lagi. Untuk apa kita belajar ini semua? memangnya mau jadi guru BP? memangnya mau jadi guru? Psikologi pendidikan bukan hanya mengajarkan bagaimana cara kita mendidik orang. psikologi pendidikan juga mengajarkan hal-hal yang bisa kita lihat dalam proses perkembangan kognitif, cara belajar anak, dan proses belajar anak.

Psikologi pendidikan dan psikologi perkembangan anak usia dini juga saling sejalan. Karena selain kita membahas tentang pendidikan anak secara tidak langsung kita juga belajar tentang  perkembangan anak sesuai dengan usianya. Beberapa hal yang lain juga bisa mempengaruhi kita dengan belajar psikologi pendidikan. Contohnya, saat kalian mempunyai anak dan akan masuk baik Sekolah Dasar, SMP, ataupun SMA. Kita masih bisa memantau apakah cara belajar dan cara mengajar gurunya sudah benar? apakah anak saya bisa menerima materi dengan baik? Nah, kita jadi untungkan. Kita jadi mengerti bagaimana proses belajar yang baik itu sendiri. Kita juga jadi mengerti bagaimana proses mengajar yang baik itu juga.

 Bagaimana? tertarik untuk masuk kedalam kuliah psikologi pendidikan?

Jumat, 13 Juni 2014

PENGALAMAN KULIAH ONLINE

Pengalaman Kuliah Online
Dengan semakin berkembangnya zaman, kita semakin lekat dengan perkembangan teknologi, salah satunya adalah internet. Zaman sekarang siapa yang bisa lepas dengan internet? Internet benar-benar mempermudah dalam pemberian informasi dan hiburan lainnya. Kita mungkin tidak asing lagi dengan kuliah melalui internet atau yang biasa kita sebut dengan kuliah online. Di beberapa universitas baik di dalam maupun diluar negeri mulai mengembangkan fasilitas ini. Fasilitas kuliah online ini bisa menjadi salah satu solusi bagi para mahasiswa ataupun dosen. Terkadang ada hal-hal yang terjadi sehingga menggangu jadwal kuliah, misalnya dosen ada urusan sehingga harus ada kelas ganti. Tentu hal ini bisa menjadi salah satu kendala mengapa mahasiswa tidak masuk kelas. Dengan adanya kuliah online, ini bisa menjadi salah satu solusi. Jadi, beberapa bulan yang lalu, Fak. Psikologi USU mencoba kuliah dengan metode ini. Kami diberikan waktu 1 jam untuk mencari signal internet yang cepat dan kencang karena wifi di kampus juga tidak bisa menampung semua akses internet.
Jadi saya dan beberapa teman saya mendatangi tempat yang sepi dan dekat kampus agar tidak memakan waktu selama perjalanan. Tempat pertama yang kami datangi adalah Kong Kali Kong di setia budi. Saat sampai disana, kami bertanya kepada pegawainya apakah wifinya bisa dipakaii? tetapi pegawainya seperti tidak mengerti dan hanya mengangguk. Lalu kami naik ke atas, memang diatas cuman hanya ada satu orang abang-abang yang bermain laptop. Sekitar 15 menit kami disana kami mencoba mengakses wifinya ternyata gagal, kami pun bertanya kepada abang-abang tersebut dia mengatakan bahwa wifinya memang tidak bisa dipakai. Kami langsung panik dan buru-buru pergi. Karena kami tidak punya kendaraan kami segera mencari kendaraan umum untuk pergi.Terakhir kami tidak punya pilihan lain dan pergi ke Mcd Ringroad.
Pertama kami kesulitan masuk kedalam room chat karena ini pertama kalinya kami cara grup chat dengan email. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya kami bisa masuk ke dalam room chat. Ini merupakan pengalaman pertama saya dengan kuliah online sehingga sedikit sulit untuk mengerti cara menggunakannya, apalagi dari gadget bukan komputer. Kuliah online ini memang bagus dan lebih efisien, tetapi ada beberapa kendala, seperti jaringan internet indonesia yang lemah, cara mengerti menggunakan aplikasinya juga pertama-tamanya bingung Tapi kita bisa mengembangkan kuliah online ini pasti lebih bagus lagi ke depannya.

Sekian pendapat dan pengalaman saya
Terima kasih

Kamis, 12 Juni 2014

CARA MENJAGA TAS KULIT

Cara Menjaga Tas Kulit

Sebagai perempuan kita pasti senang dengan tas baru ataupun tas favorit kita yang sudah lama. Apalagi jika berbahan kulit, tapi bagaimana jika tas favorit kita jadi rusak dan mengelupas karena tidak kita rawat?
Saya akan berbagi tips cara merawat tas kulit anda agar tetap kelihatan seperti baru.
  • Simpan tas anda di dalam suatu lemari, jangan ditumpuk biarkan ada sela diantara tas-tas anda
  • Jangan biarkan tas anda tiap hari di dalam lemari, hal ini juga tidak bagus.
  • Sering angin-anginkan tas anda
  • Agar menjaga kelembapan tas kulit anda berilah lotion di seluruh tas anda, agar tas anda tetap mengilap.
  • Masukkan gulungan kertas atau plastik kedalam tas anda sampai tas anda terlihat penuh (jangan penuh sekali), hal ini menjaga agar tas anda tetap pada bentuknya

SEMOGA MEMBANTU

Pengalaman Pedagogi dan Andragogi

Pengalaman Pedagogi atau Andragogi

Pedagogi adalah pendidikan atau pembelajaran yang diberikan untuk anak-anak, sedangkan andragogi adalah pendidikan atau pembelajaran yang diberikan untuk orang dewasa. Jadi, apakah ini dua hal yang berbeda? Inikan sama sama tentang pendidikan sama-sama tentang pembelajaran kenapa ini berbeda. Saya akan mengilustrasikan pengalaman saya tentang pedagogi dan andragogi. sewaktu saya masuk TK dan SD, semua terasa sulit bagi saya. Saya harus mengenal hal-hal yang baru seperti membaca, menulis, menghitung, dll. Mungkin sewaktu TK sekolah masih dalam kategori menyenangkan karena kegiatan TK lebih didominasi dengan bermain dibandingkan belajar. sewaktu TK kita diajak untuk melihat sekilas tentang huruf, menulis huruf, bermain, melihat bagaimana bentuk-bentuk dan sewaktu SD kita sudah diminta untuk bisa menulis, membaca, menghitung tanpa bantuan orang lain atau guru lagi. Saya berusaha untuk bisa menghitung atau membaca dengan baik agar tidak tertinggal dengan yang lain. Biasanya guru akan mengingatkan kembali tentang tugas itu sebelum kelasnya selesai. Walaupun saya telat mengumpul atau lupa biasanya guru akan memberikan toleransi dengan alasan yang kita berikan. Tapi terkadang ada beberapa guru yang memberikan tugas tanpa tahu kalau tugas untuk besoknya sudah banyak. Mungkin dia merasa ini menyelesaikan tugas adalah kewajiban kami dan kewajiban dia memberikan tugas. Sewaktu SMP, guru sudah memberikan tugas tentang makalah. Karena itu adalah pertama kalinya saya membuat makalah, baik tulisan maupun bentuk makalahnya sangat kacau, tulisannya warna-warni, ukuran fontnya juga besar, di dalam pikiran saya semakin banyak lembar makalahnya maka makalahnya semakin bagus. sewaktu masuk ke SMA sudah mulai diajarkan bagaimana presentasi yang baik, ada moderator, presenternya, dll. Meskipun sewaktu SMA dulu belajar dengan presentasi sangat tidak efektif dan membosankan, biasanya teman-teman yang lain juga akan mengantuk sewaktu presentasi. Sewaktu SD, SMP, SMA guru berorientasi penuh, mengatur kelas, memberikan materi, mengatur tugas, dll. Guru saya dulu juga biasanya berusaha agar murid fokus ke dia. Guru juga sering memeriksa catatan dan pemahaman murid sewaktu belajar, jika catatannya tidak jelas biasanya akan dihukum. Saat SD juga contoh yang diberikan merupakan imajinasi dan yang dibuat-buat, tetapi masuk ke perkuliahan contoh yang diberikan merupakan masalah nyata dan fakta di tengah-tengah masyarakat, mungkin terjadi pada diri sendiri
Pembelajaran ini berbeda sekali sewaktu dalam perkuliahan, semuanya diberikan kepada mahasiswa, mahasiswa dianggap bisa mengurus semuanya sendiri tanpa dituntun maupun dibantu lagi. Dosen juga hanya akan memberikan jadwal deadline tugas dan biasanya dosen akan membiarkan mahasiswa yang berpendapat. Semester pertama saya sewaktu kuliah, saya benar-benar terkejut dengan cara belajar mahasiswa karena benar-benar berbeda. Jadwal minggu pertama perkuliahan biasanya tentang kontrak kuliah, apa-apa saja yang menjadi hak dan kewajiban kita dan tanggal-tanggal tentang materi kuliah biasanya akan diberitahu. Selama perkuliahan, dosen hanya akan menjelaskan jika mahasiswa bertanya, inilah yang menjadi banyak kendala bagi para mahasiswa. Selain takut untuk bertanya, mahasiswa juga tidak tahu apa yang mereka tidak tahu. Pada saat kuliah, mahasiswalah yang harus aktif berbeda dengan masa sekolah yang menuntut murid untuk pasif dan mendengarkan saja. Dosen akan memberikan tugas berbentuk makalah, portopolio, dsb. Dosen hanya akan memberikan batasan waktu mengerjakannya, jika kita lewat memberikan tugas dari batas waktu yang ditentukan maka tugas itu benar-benar tidak diterima karena dianggap batas waktu adalah perjanjian mahasiswa dan dosen. Dosen juga biasanya akan kritis dalam menilai hasil tugas, ujian, dll. Jika kita tidak datang, tidak mengerjakan tugas dengan baik, itu semua diserahkan kepada kita dan kita harus menanggung konsekuensinya jika nilai akhir kita jelek. Saya pernah takut untuk bertanya dan takut berbicara di depan orang banyak, tapi saya penasaran dan yakin mungkin yang saya tanyakan akan keluar di ujian dan ternyata benar hal yang saya tanyakan keluar di ujian semenjak dari situ saya benar-benar menyesal tidak bertanya. Dosen juga tidak mengecek bagaimana cara belajar murid ini sangat berbanding terbalik sewaktu sekolah guru terus memantau perkembangan belajar murid.
Dua pembelajaran ini bisa diterapakan dengan baik jika sudah memenuhi kriteria umur kronologis dan pemikiran orang masing-masing. Kita tidak mungkin memaksakan anak kelas 3 SMA untuk belajar metode kuliah. Mungkin sebagian dari mereka sudah memenuhi usia kronologisnya tetapi pemikirannya masih pemikiran anak SMA. Lebih baik jika diperkenalkan cara belajar kuliah jadi anak tidak terlalu terkejut saat memasuki masa kuliah.

Minggu, 20 April 2014

HASIL EVALUASI OBSERVASI SEKOLAH

Evaluasi Observasi Sekolah SMP Negeri 1 Medan

Ini adalah evaluasi kinerja dan evaluasi dengan teori terhadap kelompok kami dalam mengobservasi SMP Negeri 1 Medan. Berikut adalah anggota kelompok kami
1. Muhammad Ali (12-073)
2. Imam Mustakim (13-019)
3. Yuli Narty (13-057)
4. Ayu Silvia Manullang (13-079)
5. Yessica (13-101) 
  A.    Evaluasi Terhadap Kinerja Kelompok

Pertama-tama kami meminta izin dari pihak sekolah dengan mendatangi sekolah. Pihak sekolah memberitahu untuk menemui wakil kepala sekolah yang merupakan bagian humas. Saat itu hanya saya yang dari kelompok saya yang datang ke sekolah. Pada hari itu tanggal 27 Maret 2014, saya datang tanpa membawa surat dan ibu itu bilang datang lagi dengan surat izin dari pihak fakultas. Saya kembali ke kampus dan mengurus surat izin dari pihak kampus dengan teman sekelompok saya. Surat dari pihak kampus baru diberikan pada hari selasa minggu depannya. Peraturan dari dosen pengampu yang hanya memperbolehkan 2 kelompok dari kelas saja yang bisa mengobservasi 1 sekolah. Dan ternyata sudah ada 3 kelompok yang ingin mengobservasi SMP Negeri 1. Akhirnya kami mendiskusikan lagi dengan 2 kelompok lain dan 2 kelompok lain memutuskan untuk mencari sekolah lain. Kami memberikan surat izin pada sekolah tanggal 3 April. Tetapi sekolah bilang bahwa kami tidak bisa langsung observasi hari itu ataupun besoknya, memang agak sedikit diundur-undur oleh pihak sekolah. Akhirnya setelah beberapa kali kami minta konfirmasi dari sekolah, kami diizinkan untuk observasi hari Senin tanggal 7 April sedikit gugup dan bingung karena ini adalah observasi kami yang pertama ditambah lagi batas waktu pengumpulan laporan hanya tinggal 2 hari lagi, kami benar-benar berusaha keras agar bisa memberikan laporan terbaik. Dalam kelompok kami saya Yessica dan Imam Mustakim bagian dokumentasi dan Ayu Silvia dan Yuli Narti yang melakukan observasi dalam kelas. Kami melakukan observasi jam 11 siang pada kelas 7 Newton. Nama-nama kelas di sekolah SMP 1 Medan cukup unik karena mereka tidak menggunakan angka, melainkan menggunakan nama-nama ilmuwan dan tokoh-tokoh ini merupakan metode pembelajaran yang bisa memudahkan murid untuk mengingat nama-nama tokoh dengan mudah. Suasana sekolah yang bersih.  dan asri membuat sekolah tampak lebih nyaman dan tenang. Di kelas, suasana kelas cukup bersih dan tidak terlalu sempit karena muridnya juga tidak terlalu banyak. Ini memudahkan guru untuk berinteraksi dengan murid. Saat kami melakukan observasi jam 11 siang, biasanya kalau sudah masuk pelajaran-pelajaran terakhir murid akan terlihat malas-malasan dan mengantuk. Namun di kelas 7 Newton murid tetap terlihat bersemangat dan berkonsentrasi mengikuti pelajaran ,begitu juga dengan guru yang mengajar. Saya dan imam bertugas untuk melakukan dokumentasi dan berkeliling melihat fasilitas-fasilitas sekolah. Sekolah SMP Negeri 1 memiliki area yang cukup luas dan asri. Mereka memiliki 3 lapangan terpisah. Ada lapangan basket, voli dan sepak bola. Lapangan basket dan voli terletak di tengah tengah sekolah, sedangkan lapangan sepak bola terletak di belakang sekolah. Adapun fasilitas lain seperti laboratorium, UKS, kantin dan tempat ibadah. Ada yang cukup unik dari kantin mereka. Ada kantin yang disebut dengan english corner. Jika kita ingin makan atau membeli sesuatu dari kantin ini, kita harus menggunakan bahasa inggris dengan penjualnya. Tujuannya untuk membiasakan para murid menggunakan bahasa inggris dengan fasih. Setelah selesai berkeliling kami kembali ke kelas untuk menyelesaikan observasi dalam kelas. Pelajaran dalam kelas juga sudah mau berakhir. Kinerja kelompok kami saya nilai cukup baik karena kami membagi tugas dengan seimbang sehingga pekerjaan kami selesai lebih efisien dan cepat. Kami sangat berterima kasih kepada anak-anak dan guru yang mau berpartisipasi dan mengizinkan kami untuk melakukan observasi ini.
B.     Evaluasi Hasil Observasi Berdasarkan Teori Belajar
Kami menggunakan teori belajar dari Pengondisian Operan. Saat di dalam kelas kami melihat guru banyak menggunakan penguatan kepada murid yang aktif dan bisa mengerjakan tugas dan mengikuti pelajaran dengan baik. Guru sering melontarkan pujian kepada murid seperti, baik, bagus sekali, benar, dll. Pujian-pujian yang diberikan oleh guru tersebut adalah penguatan positif. Penguatan positif yang diberikan guru memancing murid untuk melakukan hal yang sama agar mendapat pujian atau penguatan positif yang lain. Tetapi saat di kelas kami jarang melihat guru melakukan penguatan negatif. Tetapi saat berada di kelas ada beberapa siswa yang lewat di depan kelas dan berkeliaran, sepertinya mereka tidak mengikuti pelajaran atau dikeluarkan dari kelas. Mereka dimarahi dan dibilang untuk tidak berkeliaran dan segera masuk ke kelas. Bentuk nasihat dan marah yang diberikan guru tadi adalah bentuk penguatan negatif. Penguatan negatif diberikan agar mengurangi stimulus yang ada. Murid mengikuti perkataan guru tersebut untuk menghentikan marah dan repetan yang diberikan guru tersebut. Ada juga bentuk hukuman yang kami temukan saat berada di sekolah. Kami melihat beberapa murid yang dihukum oleh guru. Mereka dihukum berdiri dan dimarahin. Hukuman yang diberikan adalah untuk menghentikan suatu respon yang ada. Menurut teori kognitif Piaget, anak pada masa SMP termasuk di dalam tahap operasional konkrit. Anak pada masa ini dapat menyelesaikan masalah dengan logis jika mereka berfokus pada masa kini, tetapi tidak dapat berpikir secara abstrak. 
Berikut adalah hasil laporan kami dalam bentuk slide. Terima kasih.
Evaluasi Observasi Sekolah SMP Negeri 1 Medan

Ini adalah evaluasi kinerja dan evaluasi dengan teori terhadap kelompok kami dalam mengobservasi SMP Negeri 1 Medan. Berikut adalah anggota kelompok kami
1. Muhammad Ali (12-073) 12073ma.blogspot.com
2. Imam Mustakim (13-019) 13019im.blogspot.com
3. Yuli Narty (13-057) yulinarty.blogspot.com
4. Ayu Silvia Manullang (13-079) 13079asm.blogspot.com
5. Yessica (13-101) yessikagrace.blogspot.com
  A.    Evaluasi Terhadap Kinerja Kelompok

Pertama-tama kami meminta izin dari pihak sekolah dengan mendatangi sekolah. Pihak sekolah memberitahu untuk menemui wakil kepala sekolah yang merupakan bagian humas. Saat itu hanya saya yang dari kelompok saya yang datang ke sekolah. Pada hari itu tanggal 27 Maret 2014, saya datang tanpa membawa surat dan ibu itu bilang datang lagi dengan surat izin dari pihak fakultas. Saya kembali ke kampus dan mengurus surat izin dari pihak kampus dengan teman sekelompok saya. Surat dari pihak kampus baru diberikan pada hari selasa minggu depannya. Peraturan dari dosen pengampu yang hanya memperbolehkan 2 kelompok dari kelas saja yang bisa mengobservasi 1 sekolah. Dan ternyata sudah ada 3 kelompok yang ingin mengobservasi SMP Negeri 1. Akhirnya kami mendiskusikan lagi dengan 2 kelompok lain dan 2 kelompok lain memutuskan untuk mencari sekolah lain. Kami memberikan surat izin pada sekolah tanggal 3 April. Tetapi sekolah bilang bahwa kami tidak bisa langsung observasi hari itu ataupun besoknya, memang agak sedikit diundur-undur oleh pihak sekolah. Akhirnya setelah beberapa kali kami minta konfirmasi dari sekolah, kami diizinkan untuk observasi hari Senin tanggal 7 April sedikit gugup dan bingung karena ini adalah observasi kami yang pertama ditambah lagi batas waktu pengumpulan laporan hanya tinggal 2 hari lagi, kami benar-benar berusaha keras agar bisa memberikan laporan terbaik. Dalam kelompok kami saya Yessica dan Imam Mustakim bagian dokumentasi dan Ayu Silvia dan Yuli Narti yang melakukan observasi dalam kelas. Kami melakukan observasi jam 11 siang pada kelas 7 Newton. Nama-nama kelas di sekolah SMP 1 Medan cukup unik karena mereka tidak menggunakan angka, melainkan menggunakan nama-nama ilmuwan dan tokoh-tokoh ini merupakan metode pembelajaran yang bisa memudahkan murid untuk mengingat nama-nama tokoh dengan mudah. Suasana sekolah yang bersih.  dan asri membuat sekolah tampak lebih nyaman dan tenang. Di kelas, suasana kelas cukup bersih dan tidak terlalu sempit karena muridnya juga tidak terlalu banyak. Ini memudahkan guru untuk berinteraksi dengan murid. Saat kami melakukan observasi jam 11 siang, biasanya kalau sudah masuk pelajaran-pelajaran terakhir murid akan terlihat malas-malasan dan mengantuk. Namun di kelas 7 Newton murid tetap terlihat bersemangat dan berkonsentrasi mengikuti pelajaran ,begitu juga dengan guru yang mengajar. Saya dan imam bertugas untuk melakukan dokumentasi dan berkeliling melihat fasilitas-fasilitas sekolah. Sekolah SMP Negeri 1 memiliki area yang cukup luas dan asri. Mereka memiliki 3 lapangan terpisah. Ada lapangan basket, voli dan sepak bola. Lapangan basket dan voli terletak di tengah tengah sekolah, sedangkan lapangan sepak bola terletak di belakang sekolah. Adapun fasilitas lain seperti laboratorium, UKS, kantin dan tempat ibadah. Ada yang cukup unik dari kantin mereka. Ada kantin yang disebut dengan english corner. Jika kita ingin makan atau membeli sesuatu dari kantin ini, kita harus menggunakan bahasa inggris dengan penjualnya. Tujuannya untuk membiasakan para murid menggunakan bahasa inggris dengan fasih. Setelah selesai berkeliling kami kembali ke kelas untuk menyelesaikan observasi dalam kelas. Pelajaran dalam kelas juga sudah mau berakhir. Kinerja kelompok kami saya nilai cukup baik karena kami membagi tugas dengan seimbang sehingga pekerjaan kami selesai lebih efisien dan cepat. Kami sangat berterima kasih kepada anak-anak dan guru yang mau berpartisipasi dan mengizinkan kami untuk melakukan observasi ini.
B.     Evaluasi Hasil Observasi Berdasarkan Teori Belajar
Kami menggunakan teori belajar dari Pengondisian Operan. Saat di dalam kelas kami melihat guru banyak menggunakan penguatan kepada murid yang aktif dan bisa mengerjakan tugas dan mengikuti pelajaran dengan baik. Guru sering melontarkan pujian kepada murid seperti, baik, bagus sekali, benar, dll. Pujian-pujian yang diberikan oleh guru tersebut adalah penguatan positif. Penguatan positif yang diberikan guru memancing murid untuk melakukan hal yang sama agar mendapat pujian atau penguatan positif yang lain. Tetapi saat di kelas kami jarang melihat guru melakukan penguatan negatif. Tetapi saat berada di kelas ada beberapa siswa yang lewat di depan kelas dan berkeliaran, sepertinya mereka tidak mengikuti pelajaran atau dikeluarkan dari kelas. Mereka dimarahi dan dibilang untuk tidak berkeliaran dan segera masuk ke kelas. Bentuk nasihat dan marah yang diberikan guru tadi adalah bentuk penguatan negatif. Penguatan negatif diberikan agar mengurangi stimulus yang ada. Murid mengikuti perkataan guru tersebut untuk menghentikan marah dan repetan yang diberikan guru tersebut. Ada juga bentuk hukuman yang kami temukan saat berada di sekolah. Kami melihat beberapa murid yang dihukum oleh guru. Mereka dihukum berdiri dan dimarahin. Hukuman yang diberikan adalah untuk menghentikan suatu respon yang ada. Menurut teori kognitif Piaget, anak pada masa SMP termasuk di dalam tahap operasional konkrit. Anak pada masa ini dapat menyelesaikan masalah dengan logis jika mereka berfokus pada masa kini, tetapi tidak dapat berpikir secara abstrak. 
Berikut adalah hasil laporan kami dalam bentuk slide. Terima kasih.

Evaluasi Observasi Sekolah SMP Negeri 1 Medan

Ini adalah evaluasi kinerja dan evaluasi dengan teori terhadap kelompok kami dalam mengobservasi SMP Negeri 1 Medan. Berikut adalah anggota kelompok kami
1. Muhammad Ali (12-073) 12073ma.blogspot.com
2. Imam Mustakim (13-019) 13019im.blogspot.com
3. Yuli Narty (13-057) yulinarty.blogspot.com
4. Ayu Silvia Manullang (13-079) 13079asm.blogspot.com
5. Yessica (13-101) yessikagrace.blogspot.com
  A.    Evaluasi Terhadap Kinerja Kelompok

Pertama-tama kami meminta izin dari pihak sekolah dengan mendatangi sekolah. Pihak sekolah memberitahu untuk menemui wakil kepala sekolah yang merupakan bagian humas. Saat itu hanya saya yang dari kelompok saya yang datang ke sekolah. Pada hari itu tanggal 27 Maret 2014, saya datang tanpa membawa surat dan ibu itu bilang datang lagi dengan surat izin dari pihak fakultas. Saya kembali ke kampus dan mengurus surat izin dari pihak kampus dengan teman sekelompok saya. Surat dari pihak kampus baru diberikan pada hari selasa minggu depannya. Peraturan dari dosen pengampu yang hanya memperbolehkan 2 kelompok dari kelas saja yang bisa mengobservasi 1 sekolah. Dan ternyata sudah ada 3 kelompok yang ingin mengobservasi SMP Negeri 1. Akhirnya kami mendiskusikan lagi dengan 2 kelompok lain dan 2 kelompok lain memutuskan untuk mencari sekolah lain. Kami memberikan surat izin pada sekolah tanggal 3 April. Tetapi sekolah bilang bahwa kami tidak bisa langsung observasi hari itu ataupun besoknya, memang agak sedikit diundur-undur oleh pihak sekolah. Akhirnya setelah beberapa kali kami minta konfirmasi dari sekolah, kami diizinkan untuk observasi hari Senin tanggal 7 April sedikit gugup dan bingung karena ini adalah observasi kami yang pertama ditambah lagi batas waktu pengumpulan laporan hanya tinggal 2 hari lagi, kami benar-benar berusaha keras agar bisa memberikan laporan terbaik. Dalam kelompok kami saya Yessica dan Imam Mustakim bagian dokumentasi dan Ayu Silvia dan Yuli Narti yang melakukan observasi dalam kelas. Kami melakukan observasi jam 11 siang pada kelas 7 Newton. Nama-nama kelas di sekolah SMP 1 Medan cukup unik karena mereka tidak menggunakan angka, melainkan menggunakan nama-nama ilmuwan dan tokoh-tokoh ini merupakan metode pembelajaran yang bisa memudahkan murid untuk mengingat nama-nama tokoh dengan mudah. Suasana sekolah yang bersih.  dan asri membuat sekolah tampak lebih nyaman dan tenang. Di kelas, suasana kelas cukup bersih dan tidak terlalu sempit karena muridnya juga tidak terlalu banyak. Ini memudahkan guru untuk berinteraksi dengan murid. Saat kami melakukan observasi jam 11 siang, biasanya kalau sudah masuk pelajaran-pelajaran terakhir murid akan terlihat malas-malasan dan mengantuk. Namun di kelas 7 Newton murid tetap terlihat bersemangat dan berkonsentrasi mengikuti pelajaran ,begitu juga dengan guru yang mengajar. Saya dan imam bertugas untuk melakukan dokumentasi dan berkeliling melihat fasilitas-fasilitas sekolah. Sekolah SMP Negeri 1 memiliki area yang cukup luas dan asri. Mereka memiliki 3 lapangan terpisah. Ada lapangan basket, voli dan sepak bola. Lapangan basket dan voli terletak di tengah tengah sekolah, sedangkan lapangan sepak bola terletak di belakang sekolah. Adapun fasilitas lain seperti laboratorium, UKS, kantin dan tempat ibadah. Ada yang cukup unik dari kantin mereka. Ada kantin yang disebut dengan english corner. Jika kita ingin makan atau membeli sesuatu dari kantin ini, kita harus menggunakan bahasa inggris dengan penjualnya. Tujuannya untuk membiasakan para murid menggunakan bahasa inggris dengan fasih. Setelah selesai berkeliling kami kembali ke kelas untuk menyelesaikan observasi dalam kelas. Pelajaran dalam kelas juga sudah mau berakhir. Kinerja kelompok kami saya nilai cukup baik karena kami membagi tugas dengan seimbang sehingga pekerjaan kami selesai lebih efisien dan cepat. Kami sangat berterima kasih kepada anak-anak dan guru yang mau berpartisipasi dan mengizinkan kami untuk melakukan observasi ini.
B.     Evaluasi Hasil Observasi Berdasarkan Teori Belajar
Kami menggunakan teori belajar dari Pengondisian Operan. Saat di dalam kelas kami melihat guru banyak menggunakan penguatan kepada murid yang aktif dan bisa mengerjakan tugas dan mengikuti pelajaran dengan baik. Guru sering melontarkan pujian kepada murid seperti, baik, bagus sekali, benar, dll. Pujian-pujian yang diberikan oleh guru tersebut adalah penguatan positif. Penguatan positif yang diberikan guru memancing murid untuk melakukan hal yang sama agar mendapat pujian atau penguatan positif yang lain. Tetapi saat di kelas kami jarang melihat guru melakukan penguatan negatif. Tetapi saat berada di kelas ada beberapa siswa yang lewat di depan kelas dan berkeliaran, sepertinya mereka tidak mengikuti pelajaran atau dikeluarkan dari kelas. Mereka dimarahi dan dibilang untuk tidak berkeliaran dan segera masuk ke kelas. Bentuk nasihat dan marah yang diberikan guru tadi adalah bentuk penguatan negatif. Penguatan negatif diberikan agar mengurangi stimulus yang ada. Murid mengikuti perkataan guru tersebut untuk menghentikan marah dan repetan yang diberikan guru tersebut. Ada juga bentuk hukuman yang kami temukan saat berada di sekolah. Kami melihat beberapa murid yang dihukum oleh guru. Mereka dihukum berdiri dan dimarahin. Hukuman yang diberikan adalah untuk menghentikan suatu respon yang ada. Menurut teori kognitif Piaget, anak pada masa SMP termasuk di dalam tahap operasional konkrit. Anak pada masa ini dapat menyelesaikan masalah dengan logis jika mereka berfokus pada masa kini, tetapi tidak dapat berpikir secara abstrak.