Jumat, 20 Juni 2014

Berbagai Materi dalam Psikologi Pendidikan

Berbagai Materi dalam Psikologi Pendidikan

Dalam psikologi pendidikan banyak materi yang bisa kita dapatkan. mulai dari intelegensi, motivasi, pengelolaan kelas, teori-teori yang dipakai, tes dan evaluasi, psikologi anak berkebutuhan khusus, pedagogi dan andragogi, proses kognitif yang kompleks, dan masih banyak lagi. Untuk apa kita belajar ini semua? memangnya mau jadi guru BP? memangnya mau jadi guru? Psikologi pendidikan bukan hanya mengajarkan bagaimana cara kita mendidik orang. psikologi pendidikan juga mengajarkan hal-hal yang bisa kita lihat dalam proses perkembangan kognitif, cara belajar anak, dan proses belajar anak.

Psikologi pendidikan dan psikologi perkembangan anak usia dini juga saling sejalan. Karena selain kita membahas tentang pendidikan anak secara tidak langsung kita juga belajar tentang  perkembangan anak sesuai dengan usianya. Beberapa hal yang lain juga bisa mempengaruhi kita dengan belajar psikologi pendidikan. Contohnya, saat kalian mempunyai anak dan akan masuk baik Sekolah Dasar, SMP, ataupun SMA. Kita masih bisa memantau apakah cara belajar dan cara mengajar gurunya sudah benar? apakah anak saya bisa menerima materi dengan baik? Nah, kita jadi untungkan. Kita jadi mengerti bagaimana proses belajar yang baik itu sendiri. Kita juga jadi mengerti bagaimana proses mengajar yang baik itu juga.

 Bagaimana? tertarik untuk masuk kedalam kuliah psikologi pendidikan?

Jumat, 13 Juni 2014

PENGALAMAN KULIAH ONLINE

Pengalaman Kuliah Online
Dengan semakin berkembangnya zaman, kita semakin lekat dengan perkembangan teknologi, salah satunya adalah internet. Zaman sekarang siapa yang bisa lepas dengan internet? Internet benar-benar mempermudah dalam pemberian informasi dan hiburan lainnya. Kita mungkin tidak asing lagi dengan kuliah melalui internet atau yang biasa kita sebut dengan kuliah online. Di beberapa universitas baik di dalam maupun diluar negeri mulai mengembangkan fasilitas ini. Fasilitas kuliah online ini bisa menjadi salah satu solusi bagi para mahasiswa ataupun dosen. Terkadang ada hal-hal yang terjadi sehingga menggangu jadwal kuliah, misalnya dosen ada urusan sehingga harus ada kelas ganti. Tentu hal ini bisa menjadi salah satu kendala mengapa mahasiswa tidak masuk kelas. Dengan adanya kuliah online, ini bisa menjadi salah satu solusi. Jadi, beberapa bulan yang lalu, Fak. Psikologi USU mencoba kuliah dengan metode ini. Kami diberikan waktu 1 jam untuk mencari signal internet yang cepat dan kencang karena wifi di kampus juga tidak bisa menampung semua akses internet.
Jadi saya dan beberapa teman saya mendatangi tempat yang sepi dan dekat kampus agar tidak memakan waktu selama perjalanan. Tempat pertama yang kami datangi adalah Kong Kali Kong di setia budi. Saat sampai disana, kami bertanya kepada pegawainya apakah wifinya bisa dipakaii? tetapi pegawainya seperti tidak mengerti dan hanya mengangguk. Lalu kami naik ke atas, memang diatas cuman hanya ada satu orang abang-abang yang bermain laptop. Sekitar 15 menit kami disana kami mencoba mengakses wifinya ternyata gagal, kami pun bertanya kepada abang-abang tersebut dia mengatakan bahwa wifinya memang tidak bisa dipakai. Kami langsung panik dan buru-buru pergi. Karena kami tidak punya kendaraan kami segera mencari kendaraan umum untuk pergi.Terakhir kami tidak punya pilihan lain dan pergi ke Mcd Ringroad.
Pertama kami kesulitan masuk kedalam room chat karena ini pertama kalinya kami cara grup chat dengan email. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya kami bisa masuk ke dalam room chat. Ini merupakan pengalaman pertama saya dengan kuliah online sehingga sedikit sulit untuk mengerti cara menggunakannya, apalagi dari gadget bukan komputer. Kuliah online ini memang bagus dan lebih efisien, tetapi ada beberapa kendala, seperti jaringan internet indonesia yang lemah, cara mengerti menggunakan aplikasinya juga pertama-tamanya bingung Tapi kita bisa mengembangkan kuliah online ini pasti lebih bagus lagi ke depannya.

Sekian pendapat dan pengalaman saya
Terima kasih

Kamis, 12 Juni 2014

CARA MENJAGA TAS KULIT

Cara Menjaga Tas Kulit

Sebagai perempuan kita pasti senang dengan tas baru ataupun tas favorit kita yang sudah lama. Apalagi jika berbahan kulit, tapi bagaimana jika tas favorit kita jadi rusak dan mengelupas karena tidak kita rawat?
Saya akan berbagi tips cara merawat tas kulit anda agar tetap kelihatan seperti baru.
  • Simpan tas anda di dalam suatu lemari, jangan ditumpuk biarkan ada sela diantara tas-tas anda
  • Jangan biarkan tas anda tiap hari di dalam lemari, hal ini juga tidak bagus.
  • Sering angin-anginkan tas anda
  • Agar menjaga kelembapan tas kulit anda berilah lotion di seluruh tas anda, agar tas anda tetap mengilap.
  • Masukkan gulungan kertas atau plastik kedalam tas anda sampai tas anda terlihat penuh (jangan penuh sekali), hal ini menjaga agar tas anda tetap pada bentuknya

SEMOGA MEMBANTU

Pengalaman Pedagogi dan Andragogi

Pengalaman Pedagogi atau Andragogi

Pedagogi adalah pendidikan atau pembelajaran yang diberikan untuk anak-anak, sedangkan andragogi adalah pendidikan atau pembelajaran yang diberikan untuk orang dewasa. Jadi, apakah ini dua hal yang berbeda? Inikan sama sama tentang pendidikan sama-sama tentang pembelajaran kenapa ini berbeda. Saya akan mengilustrasikan pengalaman saya tentang pedagogi dan andragogi. sewaktu saya masuk TK dan SD, semua terasa sulit bagi saya. Saya harus mengenal hal-hal yang baru seperti membaca, menulis, menghitung, dll. Mungkin sewaktu TK sekolah masih dalam kategori menyenangkan karena kegiatan TK lebih didominasi dengan bermain dibandingkan belajar. sewaktu TK kita diajak untuk melihat sekilas tentang huruf, menulis huruf, bermain, melihat bagaimana bentuk-bentuk dan sewaktu SD kita sudah diminta untuk bisa menulis, membaca, menghitung tanpa bantuan orang lain atau guru lagi. Saya berusaha untuk bisa menghitung atau membaca dengan baik agar tidak tertinggal dengan yang lain. Biasanya guru akan mengingatkan kembali tentang tugas itu sebelum kelasnya selesai. Walaupun saya telat mengumpul atau lupa biasanya guru akan memberikan toleransi dengan alasan yang kita berikan. Tapi terkadang ada beberapa guru yang memberikan tugas tanpa tahu kalau tugas untuk besoknya sudah banyak. Mungkin dia merasa ini menyelesaikan tugas adalah kewajiban kami dan kewajiban dia memberikan tugas. Sewaktu SMP, guru sudah memberikan tugas tentang makalah. Karena itu adalah pertama kalinya saya membuat makalah, baik tulisan maupun bentuk makalahnya sangat kacau, tulisannya warna-warni, ukuran fontnya juga besar, di dalam pikiran saya semakin banyak lembar makalahnya maka makalahnya semakin bagus. sewaktu masuk ke SMA sudah mulai diajarkan bagaimana presentasi yang baik, ada moderator, presenternya, dll. Meskipun sewaktu SMA dulu belajar dengan presentasi sangat tidak efektif dan membosankan, biasanya teman-teman yang lain juga akan mengantuk sewaktu presentasi. Sewaktu SD, SMP, SMA guru berorientasi penuh, mengatur kelas, memberikan materi, mengatur tugas, dll. Guru saya dulu juga biasanya berusaha agar murid fokus ke dia. Guru juga sering memeriksa catatan dan pemahaman murid sewaktu belajar, jika catatannya tidak jelas biasanya akan dihukum. Saat SD juga contoh yang diberikan merupakan imajinasi dan yang dibuat-buat, tetapi masuk ke perkuliahan contoh yang diberikan merupakan masalah nyata dan fakta di tengah-tengah masyarakat, mungkin terjadi pada diri sendiri
Pembelajaran ini berbeda sekali sewaktu dalam perkuliahan, semuanya diberikan kepada mahasiswa, mahasiswa dianggap bisa mengurus semuanya sendiri tanpa dituntun maupun dibantu lagi. Dosen juga hanya akan memberikan jadwal deadline tugas dan biasanya dosen akan membiarkan mahasiswa yang berpendapat. Semester pertama saya sewaktu kuliah, saya benar-benar terkejut dengan cara belajar mahasiswa karena benar-benar berbeda. Jadwal minggu pertama perkuliahan biasanya tentang kontrak kuliah, apa-apa saja yang menjadi hak dan kewajiban kita dan tanggal-tanggal tentang materi kuliah biasanya akan diberitahu. Selama perkuliahan, dosen hanya akan menjelaskan jika mahasiswa bertanya, inilah yang menjadi banyak kendala bagi para mahasiswa. Selain takut untuk bertanya, mahasiswa juga tidak tahu apa yang mereka tidak tahu. Pada saat kuliah, mahasiswalah yang harus aktif berbeda dengan masa sekolah yang menuntut murid untuk pasif dan mendengarkan saja. Dosen akan memberikan tugas berbentuk makalah, portopolio, dsb. Dosen hanya akan memberikan batasan waktu mengerjakannya, jika kita lewat memberikan tugas dari batas waktu yang ditentukan maka tugas itu benar-benar tidak diterima karena dianggap batas waktu adalah perjanjian mahasiswa dan dosen. Dosen juga biasanya akan kritis dalam menilai hasil tugas, ujian, dll. Jika kita tidak datang, tidak mengerjakan tugas dengan baik, itu semua diserahkan kepada kita dan kita harus menanggung konsekuensinya jika nilai akhir kita jelek. Saya pernah takut untuk bertanya dan takut berbicara di depan orang banyak, tapi saya penasaran dan yakin mungkin yang saya tanyakan akan keluar di ujian dan ternyata benar hal yang saya tanyakan keluar di ujian semenjak dari situ saya benar-benar menyesal tidak bertanya. Dosen juga tidak mengecek bagaimana cara belajar murid ini sangat berbanding terbalik sewaktu sekolah guru terus memantau perkembangan belajar murid.
Dua pembelajaran ini bisa diterapakan dengan baik jika sudah memenuhi kriteria umur kronologis dan pemikiran orang masing-masing. Kita tidak mungkin memaksakan anak kelas 3 SMA untuk belajar metode kuliah. Mungkin sebagian dari mereka sudah memenuhi usia kronologisnya tetapi pemikirannya masih pemikiran anak SMA. Lebih baik jika diperkenalkan cara belajar kuliah jadi anak tidak terlalu terkejut saat memasuki masa kuliah.